my experience

MERBABU, APRIL 2008

letih dan dingin tubuh ini
menjejakkan langkah gontai
menuju tujuh puncak yang begitu panjang
hanya peluh jadi saksi
pendongeng ulung yang kan menceritakan kisah tiada akhir

oh merbabu dimana puncak tertinggimu?

angan seakan jadi raja penyemangat
bersama jabatan tangan si pencinta
tenda-tenda tua pelindung malam
dan secuil api penghangat
aku meniup bara
menapak pada Merbabu

oh merbabu dimana puncak tertinggimu?

ketika malam menjelang
kabut senja pun turun perlahan
hati ini mulai gundah
menanti fajar yang 'kan menuntun hingga singgasana yang ditunggu

padang rumput,
bunga merah,
bukit hijau,
seperti pujangga yang menemukan kekasihnya
banyak syair kan terucap
mengatakan kata cinta yang tiada habisnya

"merbabu, biarkan aku memuji keindahanmu"




MERAPI, APRIL 2008

terik mentari,
membakar

batu-batu tajam,
menusuk
takut...
rasa takut ini
kunikmati hingga mati

dan salah!!! bila aku kan berhenti di sini...

aku manusia egois yang kan meluluhkanmu
membelaimu sehangat angin menyentuh dedaunan
walau, terlunta dan sakit,,,

oh merapi!!!
tak akan aku lupakan ciuman yang kau berikan
dengan hembusan nafas belerang
aku masih ingin membelaimu
memelukmu bersama kabut dingin

Merapi, ijinkan aku menatap bangga
aku bangga membuatmu tunduk di kakiku

                            

ceritaku pada diriku

CERITAKU PADA DIRIKU

 

ketika nyawa tergantung pada seutas tali...
dimana harapan dan masa depan yang kemarin masih terpatri
dimana mimpi yang kuukir dan kuucapkan bersama keluarga tahun lalu...

ketika nyawa tergantung pada api yang membara...

hati ini gundah,

menahan dengung bisikan

“ teman-temanmu menunggumu, kawan ”

 

ketika nyawa tergantung pada keberanian...

pertanyaan timbul

siapa saudaramu?

siapa dia?

mana dirinya?

 

Betapa perjuangan yang menyedihkan

Dengan aliran darah yang sama...

Dengan pukulan jiwa yang sama...

 

Akh..

Aku lelah...

Izinkan kurebahkan sesaat tubuh lemah ini

Kumohon gencatan tanpa henti

Mencari jawaban dalam diri

Dan biarkan kutinggalkan segala letih

Hingga tamat ceritaku pada diriku 

 

 

 

 

 

 

saat kurindu...

wd buat puisi ini waktu lagi blajar untuk UAS fisika...Tiba2 aja muncul inspirasi...wah inspirasi itu bisa muncul kapan ajha ya...ck..ck..ck

saat kurindu

Kaki ini tak sanggup lagi melangkah

Terlalu banyak kerikil tajam

membungkam niatku

Sementara,

nyanyian itu terus menggema

memanggil

hasratku yang terkurung senja

Tak lagi sahabat....

Terlalu samar mata ini menelusuri semak dirimu

Terlalu sakit tubuh ini

saat kau menggores luka di kulitku

Sahabatku...

walau renta terus menikamku

Tak akan pernah bibir ini mengucap selamat tinggal

dan

ketika buku kehidupan telah kutamatkan

Ku akan melebur bersamamu

aku benci sunyi

"AKU BENCI SUNYI"

Tatapan malam sepi

mendekapku dalam desiran kegelapan pekat

menyudutku hampa

menyesakkan hingga bayang pun enggan mendekat

menyepi aku dalam sendiriku

menyepi aku dalam egoku

menyepi aku dalam rendahku

menyepi aku dalam harapku

lebih dari itu

tak ada raga temani jiwa

tak ada genggam hangatkan diri

dan aku mengaca di atas rintihku

apa yang kumiliki?

aku benci sunyi!

** wida yakin semua dari kita pernah ngerasa yang namanya kesepian. Apalagi kalau perasaan itu sampe ngebuat kita bosan ntuk menjalani hidup kita...

saran dari wd, kalau ngerasa sepi, sapalah teman2 yang kita punya, bilang kalau kita sayang ke dia...ungkapan2 kecil seperti itu akan membuat kita ngerasa masih memiliki orang yang kita sayangi di sekitar kita, okey!"

love u my fren (teddybear)

My Photo
Powered by Friendster Blogs

Categories

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31